Jumat, 29 Oktober 2010 23:49 WIB
`Jogja Photographers Gathering` yang sedianya digelar pada 29-31 Oktober 2010 ditunda hingga waktu yang belum ditentukan karena letusan Gunung Merapi yang terjadi pada Selasa (26/10).
"Mengingat letusan Gunung Merapi tersebut merupakan duka bersama masyarakat Yogyakarta maka dengan ini kami memutuskan bahwa kegiatan `Jogja Photographers Gathering` (JPG) ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan," kata ketua panitia JPG Yan Parhas di Yogyakarta, Jumat.
Ia mengatakan hal tersebut karena panitia harus melakukan penjadwalan ulang khususnya bagi para pembicara dan seluruh pendukung acara yang terdiri atas sejumlah komunitas fotografi.
"Penundaan tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap korban meletusnya Gunung Merapi. Dengan ditundanya pelaksanaan JPG, panitia memohon maaf kepada seluruh peserta, pembicara, dan masyarakat," katanya.
Menurut dia, terkait penundaan tersebut, para peserta yang sudah mendaftar, telah dihubungi oleh panitia untuk pengembalian uang pendaftaran.
"Hingga keputusan penundaan diumumkan, peserta yang sudah mendaftar mencapai 200 orang yang terdiri dari kalangan umum dan mahasiswa maupun pelajar," katanya.
Ia mengatakan rencananya, JPG akan diisi dengan rangkaian kegiatan berupa 32 sesi seminar, sesi berburu foto, kontes foto, pameran fotografi dari masa ke masa, diskusi, lelang, dan loka karya.
"JPG bertujuan mengumpulkan komunitas-komunitas maupun individu yang tertarik pada dunia fotografi untuk mempelajarinya secara lebih mendalam," katanya.
Selain dari Yogyakarta, kata dia, JPG juga terbuka untuk diikuti para fotografer dari daerah lain. "JPG diharapkan dapat menjadi forum bertukar pikiran maupun memperluas jaringan antarfotografer," katanya.
Menurut dia, sedianya sesi seminar fotografi yang diselenggarakan pada 29-30 Oktober 2010 diadakan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, sedangkan sesi berburu foto digelar di Desa Wisata Sambi, Kabupaten Sleman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar