Rabu, 04 Agustus 2010

Osmoregulasi

Osmoregulasi adalah proses mengatur konsentrasi cairan dan menyeimbangkan pemasukan serta pengeluaran cairan tubuh oleh sel atau organisme hidup. Proses osmoregulasi diperlukan karena adanya perbedaan konsentrasi cairan tubuh dengan lingkungan disekitarnya. Jika sebuah sel menerima terlalu banyak air maka ia akan meletus, begitu pula sebaliknya, jika terlalu sedikit air, maka sel akan mengerut dan mati. Osmoregulasi juga berfungsi ganda sebagai sarana untuk membuang zat-zat yang tidak diperlukan oleh sel atau organisme hidup.

Osmoregulasi oleh binatang

Kebanyakan invertebrata yang berhabitat di laut tidak secara aktif mengatur sistem osmosis mereka, dan dikenal sebagai osmoconformer. Osmoconformer memiliki osmolaritas internal yang sama dengan lingkungannya sehingga tidak ada tendensi untuk memperoleh atau kehilangan air. Karena kebanyakan osmoconformer hidup di lingkungan yang memiliki komposisi kimia yang sangat stabil (i.e. di laut) maka osmoconformer memiliki osmolaritas yang cendrung konstan.

Sedangkan osmoregulator adalah organisme yang menjaga osmolaritasnya tanpa tergantung lingkungan sekitar. Oleh karena kemampuan meregulasi ini maka osmoregulator dapat hidup di lingkungan air tawar, daratan, serta lautan. Di lingkungan dengan konsentrasi cairan yang rendah, osmoregulator akan melepaskan cairan berlebihan dan sebaliknya.
readmore »»  

Kanker Payudara Bunuh 450 Pria per Tahun



Kanker adalah satu kata yang menakutkan dan sebisa mungkin dihindari. Namun, gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan instan, dapat meningkatkan resiko terjangkit kanker. Kanker yang paling ditakuti oleh wanita adalah kanker rahim dan kanker payudara, demikian pula halnya dengan kanker prostat bagi pria. Meskipun demikian, bukan tidak mungkin ditemukan pria yang mengidap penyakit kanker payudara.

Menurut The American Cancer Society, terdapat setidaknya 2000 diagnosa penyakit kanker yang diderita oleh kaum adam setiap tahunnya. Lembaga tersebut juga mencatat rata-rata 450 orang pria meninggal setiap tahun akibat penyakit ini. Hal ini tentu menjadi mimpi buruk bagi para pria yang umumnya terlambat mengetahui penyakit ini. Maka, ada baiknya bagi pria untuk mengenal dan mewaspadai kanker payudara.

Kanker payudara pada pria ditandai dengan adanya benjolan yang tak normal di bagian dada atau puting, kulit di bagian dada sedikit terlipat, puting tertarik ke dalam, warna kulit dada atau puting berubah kemerahan.

Tanda-tanda kanker payudara lebih jelas terlihat pada pria dibandingkan pada wanita, ini karena payudara wanita bertumbuh sedangkan payudara pria tidak bertumbuh sejak memasuki masa pubertas. Inilah sebabnya, menurut situs kesehatan imaginis.com, pria cenderung malu untuk mengakui bila mereka mengidap kanker payudara.

Menurut penelitian yang diadakan oleh Institut Kanker Nasional di Amerika Serikat, rata-rata pria penderita kanker payudara berusia 60-70 tahun. Sekitar 20% diantara pengidap kanker yang diteliti bahkan memiliki hubungan darah dengan saudara perempuan yang juga menderita penyakit yang sama.

Selain kanker payudara, penyakit payudara lain yang juga dapat menjangkiti pria adalah gynecomastia, yaitu pembengkakan payudara yang bisa berubah menjadi tumor. Tanda-tanda penyakit ini serupa dengan kanker payudara, bedanya Gynecomastia tidak bersifat ganas. Gynecomastia dapat disembuhkan apabila penderita lebih dini mengenali tanda-tandanya dan melakukan treatment atau operasi yang sesuai.

Pembengkakan payudara juga dapat dialami oleh pria yang memiliki sindrom Klinofelter. Sindrom Klinofelter adalah kondisi yang secara genetik jarang ditemui, dimana pria terlahir dengan kromosom XXY. Pria dengan sindrom ini umumnya memiliki hormon testosteron lebih sedikit dan memiliki hormon estrogen lebih banyak sehingga payudara mereka bertumbuh seperti wanita pada umumnya.(*mar/z)
readmore »»  

Biologi Hati & Kandung Empedu

Hati dan kandung empedu terletak di perut kanan bagian atas, dan keduanya dihubungkan oleh suatu saluran yang dikenal sebagai duktus biliaris (saluran empedu). Hati merupakan organ kompleks yang melaksanakan berbagai fungsi vital, mulai dari mengatur kadar zat kimia dalam tubuh sampai menghasilkan zat-zat pembekuan darah. Sedangkan kandung empedu merupakan tempat penyimpanan empedu, yaitu cairan pencernaan yang dihasilkan oleh hati.


HATI

Hati merupakan organ tubuh yang paling besar dan paling kompleks. Salah satu fungsinya adalah menghancurkan zat-zat yang berbahaya yang diserap dari usus atau bagian tubuh lainnya, kemudian membuangnya sebagai zat yang tidak berbahaya ke dalam empedu atau darah. Zat di dalam empedu akan masuk ke dalam usus lalu dibuang melalui tinja. Zat di dalam darah disaring oleh ginjal dan dibuang melalui air kemih.

Hati menghasilkan separuh dari kolesterol tubuh, sisanya berasal dari makanan. Sekitar 80% kolesterol yang dibuat di hati digunakan untuk membuat empedu. Kolesterol juga diperlukan untuk membuat hormon-hormon tertentu, seperti hormon estrogen, testosteron, dan adrenal.

Hati juga merubah zat-zat di dalam makanan menjadi karbohidrat, protein, dan lemak. Gula disimpan di dalam hati sebagai glikogen dan kemudian dipecah serta dilepaskan ke dalam aliran darah sebagai glukosa, sesuai dengan kebutuhan tubuh (misalnya ketika kadar gula darah terlalu rendah).

Fungsi lain dari hati adalah membuat berbagai senyawa penting, terutama protein, yang digunakan tubuh untuk menjalankan fungsinya.

Ada dua macam kelainan fungsi hati yang utama, yaitu:
Kelainan yang disebabkan oleh gangguan fungsi sel-sel di dalam hati (misalnya sirosis atau hepatitis)
Kelainan yang disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran empedu dari hati melalui saluran empedu (misalnya batu empedu atau kanker)

KANDUNG EMPEDU

Kandung empedu merupakan kantong otot kecil yang berfungsi untuk menyimpan empedu, yaitu cairan pencernaan berwarna kuning kehijauan yang dihasilkan oleh hati. Jika kita makan, kandung empedu akan berkontraksi dan mengosongkan empedu ke dalam usus untuk membantu pencernaan lemak dan vitamin-vitamin tertentu.

Empedu itu sendiri terdiri dari:
Garam-garam empedu
Elektrolit
Pigmen empedu (misalnya bilirubin)
Kolesterol
Lemak
Fungsi empedu adalah untuk membuang limbah tubuh tertentu (terutama pigmen hasil pemecahan sel darah merah dan kelebihan kolesterol) serta membantu pencernaan dan penyerapan lemak.

Garam empedu dapat meningkatkan kelarutan kolesterol, lemak, dan vitamin yang larut dalam lemak, sehingga membantu penyerapannya dari usus. Hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah akan diubah menjadi bilirubin (pigmen utama dalam empedu) dan dibuang ke dalam empedu. Berbagai protein yang memegang peranan penting dalam fungsi empedu juga disekresi dalam empedu.
readmore »»  

Senin, 02 Agustus 2010

Perjanjian San Francisco

1. Jepang diperintah oleh tentara pendudukan AS
2. Jepang membayar pampasan perang
3. Daerah yang dikuasai Jepang dikembalikan ke pemiliknya
4. Penjahat perang akan dihukum
readmore »»  

Perjanjian Versailles

Perjanjian Versailles tahun 1919 di Paris adalah perjanjian resmi damai untuk mengakhiri PD I
sebagai tindak lanjut pertemuan pada tahun 1918 di Compeigne Forest. Isinya :
1. Jerman menerima tanggung jawab penuh sebagai penyebab peperangan melalui aturan pasal
231-247 harus melakukan perbaikan di negara-negara di dunia
2. Penyerahan sebagian wilayah Jerman kepada beberapa negara tetangga
3. Pelepasan koloni seberang lautan dan afrika milik Jerman
4. Pembatasan pasukan militer milik Jerman yang diharap menghambat Jerman kembali perang
Akibatnya Jerman protes karena tidak diperkenankan ambil bagian dalam perjanjian ini
readmore »»